Fannie Mae, lembaga yang berperan penting dalam pasar perumahan AS, kini untuk pertama kalinya menerima hipotek yang didukung oleh cryptocurrency. Pengguna dapat menggunakan Bitcoin atau stablecoin USDC sebagai jaminan untuk pembayaran uang muka. Langkah ini merupakan hasil kerja sama dengan Coinbase dan lembaga pemberi pinjaman Better Home & Finance.
Pentingnya Inovasi Hipotek Berbasis Kripto
Program ini, yang pertama kali diungkap oleh Wall Street Journal, memberikan kesempatan bagi calon pembeli rumah untuk mentransfer aset digital mereka dari Coinbase ke dompet kustodi Better tanpa kehilangan kepemilikan. Dengan cara ini, mereka dapat menghindari penjualan kripto yang dapat memicu pajak. Bagi pemilik USDC, struktur ini memungkinkan mereka untuk terus mendapatkan imbalan sementara aset mereka berfungsi sebagai jaminan.
Detail Program dan Syarat Pinjaman
Hipotek ini akan dikenakan suku bunga 0,5 hingga 1,5 poin persentase lebih tinggi dibandingkan dengan pinjaman standar 30 tahun, tergantung pada profil peminjam, menurut seorang juru bicara Coinbase. Berbeda dengan produk pinjaman kripto biasa, pinjaman ini tidak memiliki panggilan margin—jika nilai Bitcoin turun, ketentuan hipotek tetap tidak berubah dan tidak ada jaminan tambahan yang diperlukan.
- Peminjam hanya menghadapi risiko likuidasi setelah keterlambatan pembayaran selama 60 hari.
- Ketentuan ini mirip dengan hipotek konvensional yang ada.
Respon Pasar dan Regulator
Pada tahun lalu, kepala perumahan AS memerintahkan Fannie Mae dan Freddie Mac untuk mempersiapkan penilaian kripto dalam hipotek, dengan regulator perumahan yang mempelajari kepemilikan kripto dalam proses kualifikasi hipotek. Sejumlah pemberi pinjaman besar semakin menunjukkan ketertarikan, seperti Newrez yang merupakan pemberi pinjaman hipotek senilai $778 miliar, yang mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka sedang menilai Bitcoin dan Ethereum untuk kualifikasi hipotek sebagai bagian dari adopsi institusional yang lebih luas.
Dampak bagi Pasar Indonesia
Walaupun program ini baru diterapkan di AS, kehadiran hipotek berbasis kripto dapat menjadi inspirasi bagi industri perbankan dan keuangan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya adopsi cryptocurrency di kalangan masyarakat, ada potensi bagi lembaga keuangan di Indonesia untuk mengeksplorasi produk serupa. Ini bisa menjadi alternatif bagi calon pembeli rumah yang ingin menggunakan aset digital mereka tanpa harus menjualnya.
Kesimpulan
Inovasi hipotek berbasis kripto oleh Fannie Mae dan Coinbase menunjukkan langkah maju yang signifikan dalam integrasi teknologi blockchain dengan sektor perumahan. Dengan memfasilitasi penggunaan aset digital sebagai jaminan, program ini tidak hanya membantu peminjam menghindari kewajiban pajak yang tidak perlu, tetapi juga mengubah cara orang memandang kepemilikan properti. Mungkin di masa depan, kita akan melihat perkembangan serupa di pasar Indonesia, membuka peluang baru bagi calon pembeli rumah.







