Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan publik mulai beralih ke strategi akumulasi cryptocurrency, termasuk Ethereum, yang merupakan aset digital terbesar kedua setelah Bitcoin. Kini, tren ini semakin menguat, dengan berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk memperbesar cadangan Ethereum mereka.
Perusahaan-perusahaan ini kini menguasai lebih dari 6% dari total pasokan Ethereum yang ada. Di antara pemegang terbesar adalah BitMine Immersion Technologies, Sharplink, dan Coinbase. Mari kita lihat lebih dalam mengenai perusahaan-perusahaan ini dan dampaknya terhadap pasar cryptocurrency.
1. BitMine Immersion Technologies
Dipimpin oleh Tom Lee, seorang pro Bitcoin dan CIO Fundstrat, BitMine Immersion Technologies muncul ke permukaan pada akhir Juli 2025 ketika mereka mengumumkan rencana untuk membangun cadangan Ethereum. Perusahaan ini sebelumnya dikenal karena fokus pada penambangan Bitcoin dan telah berhasil mengumpulkan investasi sebesar $250 juta untuk memulai akuisisi Ethereum.
Sejak saat itu, BitMine telah berhasil mengakumulasi 4.595.562 ETH, yang saat ini bernilai sekitar $10 miliar. Dengan jumlah tersebut, BitMine kini menjadi pemegang cadangan crypto terbesar kedua setelah Strategy (sebelumnya MicroStrategy) yang memiliki hampir $54 miliar dalam Bitcoin. Ambisi BitMine tidak berhenti di situ; mereka berencana untuk mengumpulkan hingga 5% dari pasokan ETH yang beredar.
2. Sharplink
Sebagai perusahaan yang bertransformasi dari pemasaran perjudian menjadi perusahaan treasury Ethereum, Sharplink (dulu dikenal sebagai SharpLink Gaming) kini memegang cadangan ETH terbesar kedua. Saat ini, mereka memiliki 869.154 ETH senilai sekitar $1,86 miliar, dengan target awal untuk mengumpulkan 1 juta ETH.
Penting untuk dicatat bahwa Sharplink memiliki keterkaitan langsung dengan Ethereum melalui Joe Lubin, ketua mereka yang juga merupakan salah satu pendiri Ethereum dan CEO perusahaan perangkat lunak Consensys, yang terkenal dengan dompet crypto MetaMask. Sharplink telah mengumpulkan dana dengan cara yang bervariasi, termasuk penawaran langsung baru-baru ini senilai $400 juta dan rencana untuk mengumpulkan hingga $6 miliar melalui penjualan saham.
Dampak Akumulasi Ethereum oleh Perusahaan Publik
Strategi akumulasi Ethereum oleh perusahaan-perusahaan publik ini menunjukkan bahwa mereka percaya akan masa depan cryptocurrency, khususnya Ethereum. Ini dapat menjadi sinyal positif bagi investor dan pengguna crypto di Indonesia, yang juga mulai melirik aset digital ini. Selain itu, dengan meningkatnya minat terhadap Ethereum, ada kemungkinan akan mendorong adopsi lebih luas di pasar global, termasuk Indonesia.
Dengan perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi dalam Ethereum, potensi pertumbuhan harga dan penggunaan di dunia nyata bisa semakin meningkat. Ini juga membuka peluang bagi inovasi di sektor blockchain dan DeFi (keuangan terdesentralisasi), yang mungkin dapat diadopsi oleh pelaku bisnis di Indonesia.
Kesimpulan
Kesuksesan perusahaan-perusahaan publik dalam mengakumulasi Ethereum menunjukkan kepercayaan mereka terhadap masa depan crypto. Bagi masyarakat Indonesia, ini bisa menjadi kesempatan untuk lebih memahami dan mungkin berinvestasi dalam teknologi yang sedang berkembang ini. Dengan semakin banyaknya organisasi besar yang terlibat, masa depan Ethereum dan cryptocurrency lainnya terlihat semakin cerah.



