BlackRock, salah satu perusahaan manajemen aset terbesar di dunia, baru saja meluncurkan iShares Staked Ethereum Trust di Nasdaq. Produk ini bertujuan untuk membagikan 82% dari hadiah staking kepada para investor melalui pembayaran bulanan. Dengan peluncuran ini, BlackRock menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang menawarkan produk staking Ethereum di pasar AS.
Detail Produk dan Persaingan di Pasar
Produk ini akan diperdagangkan di bawah simbol ETHB dan menjadi produk staking Ethereum ketiga yang hadir di pasar AS, setelah Grayscale dan REX-Osprey. BlackRock berkomitmen untuk melakukan staking antara 70-95% dari total Ethereum yang dimiliki oleh dana ini pada setiap waktu.
Dalam kompetisi di pasar, Grayscale menjadi pesaing utama BlackRock. Grayscale mengalokasikan 94% dari hadiah di Mini ETF-nya dan 77% melalui dana ETHE. Ini menunjukkan bahwa meski BlackRock menawarkan persentase hadiah yang lebih rendah, mereka masih berupaya menarik perhatian para investor.
Dampak dan Relevansi bagi Investor di Indonesia
Bagi investor di Indonesia, peluncuran dana ini dapat menjadi sinyal positif untuk adopsi Ethereum lebih luas. Dengan banyaknya produk investasi yang tersedia, investor dapat memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Jay Jacobs, Kepala Ekuitas BlackRock AS, mengungkapkan bahwa ada kemungkinan pergeseran dana dari ETHA ke ETHB karena banyak investor Ethereum yang tertarik untuk melakukan staking.
Jacobs juga menyatakan bahwa dana baru ini dapat menarik perhatian para investor yang sebelumnya tidak berminat pada dana berbasis ETH. “Ada kemungkinan besar pergeseran dari pemilik ETH langsung ke ETHB, karena kini dana ini menawarkan staking yang lebih menarik,” ungkapnya.
Biaya dan Pengelolaan Dana
Dalam struktur biaya, BlackRock memilih Coinbase dan Anchorage Digital sebagai kustodian. Dalam prospektus dana yang diajukan, BlackRock mengungkapkan bahwa Coinbase akan menerima 10% dari semua hadiah staking sebagai biaya dasar. Namun, jika dana mencapai $20 miliar dalam aset yang dikelola, maka biaya ini akan turun menjadi 6%.
Sejauh ini, dana ini telah menyetujui beberapa validator seperti Figment Inc., Galaxy Blockchain Infrastructure LLC, dan Attestant Limited yang berbasis di London. Dalam persetujuan terbaru dari SEC, Coinbase akan bertanggung jawab untuk melakukan tinjauan awal terhadap Validator yang Disetujui yang memfasilitasi staking ETH.
Kesimpulan
Peluncuran Dana Ethereum BlackRock ini menandai langkah penting bagi perusahaan dalam memanfaatkan potensi pasar cryptocurrency yang terus berkembang. Meskipun persaingan ketat dengan Grayscale dan produk lainnya, kesempatan untuk menawarkan staking yang menguntungkan dapat menarik lebih banyak investor, baik di AS maupun di Indonesia. Dengan semakin banyak pilihan investasi yang tersedia, investor di seluruh dunia diharapkan dapat mengambil keuntungan dari peluang yang ada di pasar kripto.




