Bitcoin mengalami kenaikan harga sebesar 2% dalam 24 jam terakhir, mencapai $72,490. Hal ini terjadi setelah sempat merosot menuju $70,500 selama perdagangan akhir pekan yang volatile.
Di sisi lain, futures saham AS juga menunjukkan kenaikan, dengan indeks Dow, S&P 500, dan Nasdaq-100 masing-masing naik sekitar 0,15% pada akhir hari Minggu.
Ketegangan di Timur Tengah Meningkatkan Harga Minyak
Peningkatan harga Bitcoin di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berimbas pada harga minyak. Presiden Donald Trump memberikan peringatan bahwa infrastruktur minyak Iran dapat menjadi target jika pengiriman melalui Selat Hormuz—yang menyuplai sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia—terganggu lebih jauh.
Harga minyak mentah melonjak hampir 3% pada malam Minggu, mencapai sekitar $100 per barel, dan menandai level tertinggi sejak Juli 2022. Lonjakan ini terjadi setelah konflik yang melibatkan Iran memasuki minggu ketiga, menyusul serangan AS terhadap fasilitas militer di Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran.
Reaksi Pasar Terhadap Ketegangan Global
Dalam sebuah posting di Truth Social pada hari Sabtu, Trump menyatakan bahwa Komando Pusat AS telah melancarkan “serangan udara paling kuat dalam sejarah Timur Tengah,” yang menargetkan lokasi militer di pulau tersebut. Meskipun AS menghindari serangan langsung pada infrastruktur minyak Iran, Trump memperingatkan tindakan tersebut bisa berubah jika Iran mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz.
Dengan 90% ekspor minyak Iran melalui Pulau Kharg, wilayah ini menjadi salah satu infrastruktur energi yang paling sensitif secara strategis di kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak juga berpengaruh terhadap Bitcoin. Harga energi yang lebih tinggi dan lonjakan inflasi yang menyertainya akan menyulitkan Federal Reserve dalam mengurangi suku bunga lebih lanjut, yang berpotensi memperpanjang periode suku bunga tinggi dan pengetatan likuiditas global.
Dampak Terhadap Pasar Keuangan Global
Sementara perkembangan di Iran telah mengguncang pasar komoditas, konflik ini sebagian besar tidak mempengaruhi aset berisiko lebih luas, setidaknya hingga akhir malam Minggu.
Futures saham AS menunjukkan tren positif, dengan futures Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik 0,15%, serta futures Nasdaq-100 meningkat 0,14% menjadi 24,640.
Pergerakan harga Bitcoin selama akhir pekan mencerminkan ketidakpastian ini. Meskipun sejak awal konflik pada 28 Februari, performa Bitcoin tetap tangguh, dengan analis menunjukkan adanya permintaan khusus untuk aset kripto daripada pemisahan makro yang lebih luas.
Kondisi Pasar Kripto dan Prospeknya
Harga Bitcoin sempat naik di atas $73,475 pada akhir hari Jumat sebelum mundur setelah berita awal tentang serangan. Namun, kripto ini kemudian stabil melalui hari Sabtu dan Minggu, perlahan kembali di atas $72,000. Pemulihan ini menunjukkan bahwa para trader kripto menilai risiko geopolitik terhadap permintaan yang terus berlanjut untuk aset digital. Namun, beberapa pihak memperingatkan bahwa kerugian lebih lanjut terhadap ekonomi global dapat terjadi jika konflik berlanjut.
Kesimpulan
Kenaikan Bitcoin yang seiring dengan lonjakan harga minyak menunjukkan hubungan yang erat antara pasar energi dan pasar kripto. Ketegangan di Timur Tengah dan potensi gangguan terhadap pasokan energi menjadi perhatian utama para investor, yang secara aktif memantau perkembangan ini untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap pasar keuangan global.







