Pundi Keberuntungan

Isi pundi Anda dengan keberuntungan.

Ilustrasi keamanan Stabble di pasar cryptocurrency Solana
Pasar Cryptocurrency

Stabble, Bursa Solana, Ancam Pengguna Tarik Likuiditas Setelah Skandal Peretas

Stabble, bursa terdesentralisasi di jaringan Solana, mengeluarkan peringatan kepada penggunanya untuk segera menarik likuiditas mereka setelah terungkap bahwa mantan CTO perusahaan tersebut diduga terlibat dalam aksi peretasan dari Korea Utara. Peringatan ini menyebabkan total nilai terkunci (TVL) di platform tersebut anjlok sebesar 62%, dari awalnya $1,75 juta menjadi kurang dari $663.000.

Peringatan tersebut disampaikan pada hari Selasa, yang bersamaan dengan kabar bahwa Keisuke Watanabe, mantan CTO Stabble, telah diidentifikasi sebagai peretas yang diduga berasal dari Korea Utara. Tim baru Stabble mengambil langkah cepat dengan mengingatkan pengguna melalui media sosial, meminta mereka untuk “segera menarik likuiditas! Lebih baik aman daripada menyesal!” di akun resmi mereka di X.

Penyebab Penurunan Drastis TVL

Sejak peringatan tersebut disampaikan sekitar pukul 09:34 waktu ET, platform ini melihat penurunan yang signifikan dalam TVL. Data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa nilai yang terkunci di Stabble menurun drastis setelah tim baru mengeluarkan peringatan darurat. Meskipun tidak ada eksploitasi yang terungkap di platform, pihak Stabble menegaskan sedang melakukan audit untuk memastikan keamanan sistem mereka.

Tim baru Stabble menyatakan, “Kami menerima pesan dan sedang bertindak sesuai, fokus utama kami adalah keselamatan penyedia likuiditas kami (LPs). Kami bukan tim PR, kami adalah analis kuantitatif dan penggemar DeFi awal. Kami mendengar Anda, dan masukan Anda sangat berarti bagi kami.”

Relevansi dengan Keamanan DeFi di Indonesia

Konektivitas antara Korea Utara dan peretasan di dunia DeFi bukanlah hal baru. Tahun lalu, peretas yang diduga berasal dari Korea Utara berhasil mengeksploitasi bursa crypto Bybit dengan kerugian mencapai $1,4 miliar, yang merupakan salah satu peretasan terbesar dalam sejarah cryptocurrency. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman dari kelompok peretas seperti itu juga dapat mempengaruhi pasar crypto global, termasuk Indonesia.

Mengingat ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap cryptocurrency yang semakin meningkat, penting bagi platform DeFi untuk menjaga keamanan dan melindungi aset pengguna. Pada hari Senin, Stabble menyampaikan bahwa mereka berkomitmen untuk meningkatkan sistem keamanan mereka, mengikuti langkah-langkah yang diambil oleh Solana Foundation yang baru saja meluncurkan beberapa inisiatif keamanan untuk ekosistem DeFi, dengan fokus pada protokol yang memiliki TVL minimal $10 juta.

Kesimpulan

Kasus di Stabble mengingatkan kita akan pentingnya keamanan dalam dunia DeFi, terutama di tengah meningkatnya ketertarikan terhadap cryptocurrency di Indonesia. Pengguna diharapkan untuk tetap waspada dan proaktif dalam melindungi aset mereka, serta memilih platform yang memiliki langkah keamanan yang jelas dan transparan. Dengan peringatan dari Stabble ini, diharapkan pengguna dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas perdagangan mereka di dunia crypto.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *